Punca / Faktor Meminum Arak.

Punca atau faktor-faktor yang menyumbang kepada penyalahgunaan minuman keras di- antaranya adalah seperti berikut:

Pertama adalah dasar hubungan di antara orang tua (orang dewasa). Di sini Remaja cenderung meniru orang tua mereka dalam setiap aspek kehidupan adalah pengaruh kuat pada remaja dalam penggunaan alkohol.  Ini adalah melihat pada dasar perhubungan antara orang dewasa dan individu remaja. Justeru itu remaja lebih cenderung meniru orang dewasa dalam setiap aspek kehidupan dalam mencari identiti sebagai seorang remaja yang hendak melangkah ke alam dewasa.

Aspek kedua penting dalam menyumbang faktor penyalahgunaan minuman ini adalah berpunca daripada pengaruh rakan sebaya. Pengaruh teman sebaya pada masa remaja sangat dominan. Kelompok sebaya mempengaruhi keperibadian seseorang dalam cara yang besar, terutama ketika ada kurangnya dukungan dari keluarga. Alasan yang sering digunakan oleh para remaja terhadap meminum alkohol adalah dengan alasan seperti rasa ingin tahu, percubaan, mengidentifikasi diri dengan kelompok tertentu, perlu untuk menetapkan identiti terpisah atau psikologis dan emosional kemerdekaan, untuk menghilangkan kebosanan, sebagai bagian dari ‘sindrom merasa baik’, relaksasi, dorongan untuk diri percaya diri, untuk komunikasi yang lebih baik dengan lawan jenis dan untuk mendapatkan rasa dewasa.

Ketiga ialah krisis kejiwaan, pada mulanya ia menggunakannya arak agar dapat menghilangkan tekanan jiwa, tetapi tanpa disedari pengambilan arak yang seterusnya akan lebih menekan jiwanya kerana sudah tidak dapat dikawal lagi yang pada mulanya adalah dianggap sebagai penawar akan tetapi apa yang terjadi adalah sebaliknya seperti dirinya terjebak dalam ketagihan arak.

Keempat ialah antara perkara lain yang mendesak seseorang untuk meminum arak adalah disebabkan oleh perasaan emosi yang negatif berpunca daripada kurangnya kasih sayang ibu bapa malah ada di antaranya yang memiliki egoistik  ingin mencampakkan dirinya sebagai seorang yang sudah dewasa dan mendeklarasikan kemerdekaan mereka (remaja) dengan cara meminum arak atau alkohol.